Facebook Badge

Atha penjual tenun Saleh 1

fandie_kun | 16:04 |

Alkisah, hidup seorang tabiin saleh bernama Atha. Suatu hari Atha bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh seorang juragan kain, ia mengatakan, “Ya Atha seseungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa ucapan itu, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang juragan berkata “Ya, Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarlah aku tetap membeli kainmu itu dan membayarnya dengan harga yang pas.

Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya, ketahuilah, sesungguhnya, yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.

Subhanallah saudaraku, betapa sensitifnya hati seorang yang saleh terhadap dosa.

Ada hikmah luar biasa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut di atas. Kita diingatkan untuk tidak bersandar pada amal ibadah yang telah kita lakukan untuk dapat masuk ke surga Allah SWT. Jangan pernah merasa bahwa ibadah kita yan masih sedikit ini dan banyak cacatnya ini sudah cukup untuk memmembawa kita masuk ke surga-Nya. Kiat harus lebih banyak mengevaluasi diri dan tidak merasa bangga dengan amal ibadah kita. Karena sesungguhnya kita harus lebih banyak sersadar kepada ampunan dan rahmat Allah SWT.

Sebagaimana hadits yang disampaikan Rasullah SAW, “Berusahalah setepat dan sedekat mungkin, ketahuilah bahwa amal saleh seorang dari kamu tidak dapat memasukkanya ke Surga.” Sahabat bertanya, “Tidak juga engkau Wahai Rasulullah?” Rasullullah menjawab, “tidak juga Aku, melainkan (jika) Allah mencurahkan kepadaku ampunan dan Rahmat-Nya.” (Muttafaqun A’layh).

Semoga kita selalu mengevaluasi diri kita agar tyercipta klehidupan yang selalu baru. Bila ibadah kita masih ada cacatnya, mari kita sempurnakan. Bila masih banyak amalan wajib yang belum kita lakukan marilah kita penuhi hak-hak Allah tersebut.

Bila amalan wajib telah kita penui, mari perbanyak amalan sunnah. Dan marilah memperbanyak istighfar karena kesombongan kita yang merasa ibadah kita sudah cukup.

Semoga dengan itu Allah ridho dan berkenan memasukkan kita ke Surga yang Ia janjikan. Wallohu a’lam bish showwab.


Blogger Tips And Tricks

The On Demand Global Workforce - oDesk
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
 
cyber media Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS